Tujuan dan Manfaat Berlatih Memanah dalam Islam
WhatsApp Image 2023-11-29 at 14.57.19

Tujuan Berlatih Memanah dalam Islam.

Keterampilan Dasar Bertahan Hidup (Basic Survival Skill).

Allah swt. telah memberikan rizqi dan karunia kepada manusia di alam semesta ini, di antaranya Allah telah menghalalkan berbagai macam hewan sebagai sumber makanan bagi kita. Ada yang dapat  dijadikan sebagai hewan ternak (bahimah), maupun juga  ada makanan yang didapat dari hewan-hewan buruan. Ini semua adalah agar manusia dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya dan dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ٤

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu adalah (makanan-makanan) yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Qs. Al-Ma’idah [5]:4)

Keluarga Muslim yang dirahmati Allah,

Pada zaman sekarang, kita sudah terlalu dimanjakan dengan kemudahan-kemudahan teknologi modern, sehingga kemampuan-kemampuan dasar bertahan hidup sudah banyak dilupakan.

Nah, bayangkan jika suatu saat nanti kita hidup dalam kondisi serba darurat, sebagaimana kita saksikan akhir-akhir ini terhadap saudara-saudara seagama kita di Palestina?. Maka selengkap dan secanggih apapun peralatan-peralatan modern bertenaga listrik itu  tidak lagi dapat memberikan manfaat bagi kita.

Kita harus memiliki keterampilan dasar bertahan hidup sebagaimana orang-orang terdahulu, seperti bercocok tanam, beternak dan berburu. Salah satu kemampuan berburu adalah dengan memanah.

Dari ‘Adi bin Hatim ra. dia berkata: “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai hewan buruan, beliau saw. menjawab:

إِذَا رَمَيْتَ سَهْمَكَ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فَإِنْ وَجَدْتَهُ قَدْ قَتَلَ فَكُلْ إِلَّا أَنْ تَجِدَهُ قَدْ وَقَعَ فِي مَاءٍ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي الْمَاءُ قَتَلَهُ أَوْ سَهْمُكَ

“Apabila kamu memanah maka sebutlah nama Allah, jika kamu mendapatinya telah terbunuh maka makanlah (hewan buruan tersebut), kecuali jika kamu dapati ia tenggelam di air, sebab kamu tidak tahu apakah air itu yang membunuhnya ataukah panahmu.” (HR. Muslim)[1]

Sebagai Kekuatan dalam menghadapi Musuh.

Dari Uqbah bin Amir ra. bahwa Rasulullah saw. membaca ayat ini di atas mimbar:

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ …

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi …” (Al-Anfal [8]: 60)

Lalu Rasulullah saw. bersabda:

أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَلَا إِنَّ اللَّهَ سَيَفْتَحُ لَكُمْ الْأَرْضَ وَسَتُكْفَوْنَ الْمُؤْنَةَ فَلَا يَعْجِزَنَّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَلْهُوَ بِأَسْهُمِهِ

“Ketahuilah bahwa kekuatan adalah memanah (beliau ulang sabdanya sebanyak tiga kali) ketahuilah, bahwa Allah akan memberikan kemenangan di atas bumi ini dan akan dicukupkan makanan bagi kalian, karena itu janganlah ada diantara kalian yang merasa bosan untuk memainkan panah-panahnya.” (HR. At-Tirmidzi)[2]

Dari peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, kita mendapatkan pelajaran, bahwa di zaman modern pun ternyata penjajahan itu masih tetap ada dan berlangsung di depan mata kita.

Musuh Islam adalah setiap bentuk kebodohan, kemiskinan,  kezhaliman, penindasan dan kesesatan. Maka kita harus senantiasa siap sedia menghadapinya. Dengan adanya kekuatan Ummat Islam terutama di bidang ekonomi dan pertahanan, setidaknya musuh-musuh Islam akan gentar untuk memerangi dan menindas Umat Islam.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra. dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

سَتُفْتَحُ عَلَيْكُمْ أَرَضُونَ وَيَكْفِيكُمُ اللَّهُ فَلَا يَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَلْهُوَ بِأَسْهُمِهِ

“Kalian akan menaklukkan banyak negeri dan Allah akan menyempurnakan (janji-Nya) kepada kalian, karena itu janganlah kalian bosan berlatih memanah.” (HR. Muslim)[3]

Menjaga Kesehatan Ruhani dan Jasmani.

Berlatih memanah adalah bagian dari Sunnah yang akan mendatangkan pahala dari Allah swt., sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut ini:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ الثَّلَاثَةَ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ الْجَنَّةَ صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالْمُمِدَّ بِهِ وَالرَّامِيَ بِهِ

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا

وَقَالَ كُلُّ شَيْءٍ يَلْهُو بِهِ الرَّجُلُ بَاطِلٌ إِلَّا رَمْيَ الرَّجُلِ بِقَوْسِهِ وَتَأْدِيبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتَهُ أَهْلَهُ فَإِنَّهُنَّ مِنْ الْحَقِّ

وَقَالَ مَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَمَا عُلِّمَهُ فَقَدْ كَفَرَ الَّذِي عُلِّمَهُ

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memasukkan tiga orang ke dalam Surga karena anak panah, yaitu; pembuatnya yang mengharapkan kebaikan dalam membuatnya, orang yang mengambilkannya dan orang yang memanah dengannya.”

Rasulullah saw. bersabda: “Panahlah dan naiklah kuda, sesungguhnya memanah lebih aku sukai daripada naik kuda.”

Dan beliau bersabda: “Segala hiburan yang dilakukan seseorang adalah sia-sia kecuali seorang laki-laki yang memanah dengan busur, mengajari kudanya, serta mencandai isterinya. Sesungguhnya ketiga hal itu adalah benar.”

Beliau juga bersabda; “Barangsiapa meninggalkan memanah setelah diajarkan kepadanya, sungguh ia telah ingkar terhadap sesuatu yang telah diajarkan kepadanya.” (HR. Ad-Darimi)[4]

Berlatih memanah bukan hanya dirutinkan bagi anak-anak saja, meskipun sudah lanjut usia, maka kebiasaan baik ini harus tetap dilakukan, setidaknya untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dan menjaga kesehatan mental.

Dari Abdurrahman bin Syimamah bahwa Fuqaim Al-Lakhmi berkata kepada ‘Uqbah bin ‘Amir, “Kamu selalu bersungguh-sungguh antara dua target ini sedangkan kamu telah lanjut usia dan telah berat (sudah lemah).” ‘Uqbah berkata: “Seandainya saya tidak pernah mendengar sabda Rasulullah saw, niscaya saya tidak akan menjaganya.” Lantas saya bertanya kepada Ibnu Syamasah, “Apa yang disabdakan beliau itu?” dia menjawab, “Beliau bersabda:

مَنْ عَلِمَ الرَّمْيَ ثُمَّ تَرَكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا أَوْ قَدْ عَصَى

“Tidak termasuk dari golongan kami -atau dia telah durhaka- siapa saja yang mengetahui ilmu memanah namun ia meninggalkannya.” (HR. Muslim)[5]

Manfaat Berlatih Memanah bagi Anak-Anak.

Dari Abu Umamah Bin Sahal dia berkata:

 كَتَبَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ أَنْ عَلِّمُوا غِلْمَانَكُمْ الْعَوْمَ وَمُقَاتِلَتَكُمْ الرَّمْيَ فَكَانُوا يَخْتَلِفُونَ إِلَى الْأَغْرَاضِ

Umar menulis surat kepada Abu ‘Ubaidah Bin Al Jarrah (yang berisi): “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian berenang dan cara berperang kalian dengan menggunakan panah, sebab mereka akan melaksanakan berbagai tujuan.” (HR. Ahmad)[6]

Merupakan bagian dari pendidikan Islam adalah melatih keterampilan memanah, karena selain sebagai bagian dari Amalan Sunnah, maka berlatih memanah juga memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak kita, di antaranya:

 

Melatih Ketenangan diri dan Fokus.

Kesehatan mental adalah sangat penting, dengan berlatih memanah, maka anak akan diajarkan bagaimana mengatasi kecemasan, stress dan rasa kurang percaya diri.

Posisi membidik sasaran diperlukan konsentrasi dan ketenangan, mengatur nafas dan detak jantung. Mengajarkan anak bagaimana bersikap sabar dalam mencapai tujuan.

Ketika telah meluncurkan anak panah, dan mengenai target, maka anak akan merasakan perasaan yang menyenangkan dan melegakan, ini sangat positif untuk membangun kepercayaan diri anak dalam kehidupan sehari-hari.

Melatih Keseimbangan dan Koordinasi Gerak Tubuh

Tubuh terdiri dari otot-otot halus dan juga otot kasar, dalam latihan memanah, otot-otot kasar dikondisikan untuk dapat menopang tubuh pada posisi yang stabil, baik otot bagian bawah saat kaki membentuk kuda-kuda, maupun otot bagian atas ketika mengangkat busur dan menarik anak panah saat membidik sasaran.

Otot-otot halus juga dilatih saat  mengkoordinasikan gerak mata, lengan dan bagian tubuh lainnya, agar mendapatkan ketepatan dalam membidik sasaran tembak.

Manfaat lainnya adalah bahwa pada akhirnya anak memahami tentang pentingnya menjaga dan merawat kesehatan mata.

Mengajarkan anak untuk berani mencoba hal baru

Menambah pengalaman dan pengetahuan yang tidak didapat di ruang kelas dan buku-buku pelajaran. Juga melatih bersosialisasi, bertemu teman-teman baru.

Selain itu, berlatih memanah juga bermanfaat akan kemampuan manajemen anak, karena dalam memanah diperlukan persiapan-persiapan, baik itu kondisi fisik maupun mental, belajar menyiapkan dan merawat peralatan memanah, disiplin dalam mengikuti tahapan-tahapan gerakan, dan lain sebagainya.

Keluarga Muslim yang dirahmati Allah,

Itulah berbagai tujuan dan manfaat dari berlatih memanah menurut ajaran Islam. Semoga bahasan ini bisa memberikan tambahan wawasan dan keyakinan bagi kita. Aamiin.


[1] Shahih Muslim No. 3566

[2] Sunan At-Tirmidzi No. 3008. Hasan Shahih.

[3] Shahih Muslim No. 3542

[4] Sunan Ad-Darimi No. 2298. Menurut Husain Salim As’ad Ad-Darani: Isnadnya Jayyid.

[5] Shahih Muslim No. 3543.

[6] Musnad Ahmad No. 305. Isnaduhu Hasan.